11 Februari 2019

Network Centric Principles

Nama                                            : Ilham Yoga Prabhaswara
NIM                                              : 1605551113
Mata Kuliah                                 : Network Centric Principles
Dosen                                           : I Putu Agus Eka Pratama S.T., M.T.
Jurusan / Fakultas / Universitas : Teknologi Informasi / Teknik / Udayana


     Berbicara mengenai Network Centric Principles, ada baiknya memahami tentang sebuah jaringan komputer. Jaringan komputer merupakan sebuah perangkat komputer atau sekumpulan perangkat komputer yang dihubungkan menggunakan sebuah jaringan agar mampu saling bertukar data ataupun informasi dengan perangkat komputer lain. Jaringan komputer tersebut sangat erat kaitannya dengan data, informasi, konten, komunikasi, protocol, layer, intranet dan internet.

     Network Centric Principles sendiri dapat diartikan sebagai sebuah prinsip berbasis jaringan yang akan bekerja secara terpusat. Ruang lingkup dari prinsip ini meliputi infrastruktur, sistem, proses dan pengguna. Konsep atau prinsip ini akan berguna dalam hal penanganan proses dalam bidang tertentu, contohnya seperti pendidikan, bisnis, kesehatan atau bahkan kemiliteran.




     Network Centric Principles sendiri berfokus terhadap keamanan dari dua hal yaitu data dan informasi. Misalnya adalah bagaimana cara mengamankan sebuah data dan informasi sekaligus tidak mengurangi kenyamanan dari pengguna itu sendiri. Karena seperti yang kita tahu, bahwa makin aman sebuah sistem, semakin tidak nyaman pengguna itu sendiri.

     Saat ini pertukaran informasi sangatlah mudah untuk dilakukan. Namun hal tersebut tidak menutup kemungkinan dari adanya masalah baru yang akan muncul. Beberapa bidang sudah menerapkan Network Centric Principles antara lain adlaah kesehatan dan militer. Sehingga pada bidang militer hal ini sangat diperlukan dalam mengamankan suatu data dan informasi yang penting. Dan hal ini juga dapat diterapkan juga pada dunia media social.

     NCP yang erat kaitannya dengan keamanan data namun harus tetap memastikan bahwa data mudah untuk diakses, diperoleh, dimanajemen dan sesuai dengan kebutuhan pengguna. NCP sendiri memiliki 5 layer yang diantaranya adalah sebagai berikut.

    

  • - Layer Pertama yaitu Foundation, layer ini berada pada dasar layer (paling bawah) yang dimana merupakan suatu dasar atau petunjuk yang meliputi Governance, Spectrum, Doctrine, Policy, Architecture, Engineering, Standards.
  • - Layer Kedua yaitu Communications, layer ini digunakan dalam berkomunikasi yang meliputi Teleports, TCS, GIG-BE, RF Nets, Wireless Communications, Commercial Fiber.
  • - Layer Ketiga yaitu Computing, layer ini digunakan untuk melakukan proses komputasi baik pada software dan hardware yang meliputi Messaging, Collaboration, Storage, Discovery, Mediation.
  • - Layer Keempat yaitu Applications, layer ini digunakan dalam pengembangan suatu aplikasi atau software yang meliputi Medical, Business Applications, Global Combat Support System (GCSS).
  • - Layer Kelima yaitu Capabilities, layer ini merupakan kesanggupan atau kemampuan dalam suatu proses yang meliputi Blue Force Tracking, Time Critical Targeting, Battlefeld Resupply and Replenishment, Paperless Contracting.

     Pembahasan mengenai Network Centric Prinsiples juga meliputi Content Delivery Network (CDN), Information Centric Network (ICN), System Centric System Engineering and Architecture, serta hubungannya dengan Service Oriented Architecture (SOA) atau arsitektur berbasis layanan.

Read more…

26 April 2018

NOS dan Cloud Computing

Nama                                            : Ilham Yoga Prabhaswara
NIM                                              : 1605551113
Mata Kuliah                                 : Network Operating System
Dosen                                           : I Putu Agus Eka Pratama S.T., M.T.
Jurusan / Fakultas / Universitas : Teknologi Informasi / Teknik / Udayana

Cloud Computing

NIST (National Institute of Standard and Technology) didalam draftnya yang berjudul The NIST Defnition of Cloud Computing, Peer Meel and Timothy Grance mendefnisikan Cloud Computing sebagai sebuah model yang memungkinkan adanya penggunaan sumber daya (resource) secara bersama – sama dan mudah, menyediakan jaringan akses dimana – mana, dapat dikonfgurasi, dan layanan yang digunakan sesuai keperluan. Hal ini berarti layanan pada Cloud Computing dapat disediakan dengan cepat dan meminimalisir interaksi dengan penyedia layanan Cloud Computing.

Berdasarkan definisi dari NIST, dikatakan bahwa Cloud Computing memiliki 4 Model Deployment dan 3 Jenis Layanan. 4 Model layanannya adalah sebagai berikut :

- Public (Internet)
- Private (Intranet)
- Hybrid (Keduanya)
- Community (Hub)


3 Jenis Layanan yang diberikan yaitu

- IAAS (Infrastructure as a Service)
- PASS (Platform as a Service)
- SAAS (Software as a Service)


Pada era ini, kita sudah sering menggunakan sosial media sebagai pelengkap kebutuhan hidup kita, atau bahkan kita merasa kurang lengkap apabila kita belum terhubung ke sosial media walau seharipun. Sosial media yang ada pada saat ini sudah menggunakan teknologi cloud computing untuk menyediakan layanan yang ada pada sosial media tersebut. Berikut beberapa jenis sosial media yang menggunakan teknologi cloud computing (dalam bentuk gambar) :


Adapun beberapa perusahaan besar yang juga menggunakan teknologi yang sama, yaitu :


Terdapat beberapa keuntungan apabila menggunakan cloud computing, diantaranya sebagai berikut:

- Keamanan (Secure)
- Kehandalan (Reliable)
- Hemat, sesuai dengan kebutuhan (On Demand)
- Mudah digunakan dan disesuaikan dengan kebutuhan pengguna (Perorangan ataupun Entepreise)
- Dukungan yang melimpah (Komunitas open Source, Enetprise, Vendor)

Jadi, cloud computing ini sangat efektif apabila diguanakan pada sistem karena adanya penggunaan sumber daya (resource) secara bersama-sama dan mudahnya untuk mengaksesnya. Cloud computing juga menyediakan akses dimana-mana, dapat dikonfigurasi dan juga layanannya dapat digunakan sesuai dengan keperluan si pengguna itu sendiri. Cloud Computing juga dapat disediakan dengan cepat dan meminimalisir interaksi dengan penyedia layanan Cloud Computing. Keuntungan menggunakan open source untuk cloud computing diantaranya aman, handal, hemat, mudah digunakan serta banyak forum untuk berdikusi.

Read more…

19 April 2018

Security dan Security Management pada NOS

Nama                                            : Ilham Yoga Prabhaswara
NIM                                              : 1605551113
Mata Kuliah                                 : Network Operating System
Dosen                                           : I Putu Agus Eka Pratama S.T., M.T.
Jurusan / Fakultas / Universitas : Teknologi Informasi / Teknik / Udayana



Security
Security atau keamanan biasanya mencakup sistem, user serta kebijakan. Security terdapat pada Aplikasi, layanan, jaringan maupun data. Informasi pada dasarnya harus memiliki keamanan, privasi serta kenyamanan, namun pada implementasinya justru memberi ketidaknyamanan karena dibutuhkan usaha lebih ketika melakukan aktivitas yang berhubungan dengan identitas (cth : captcha). Di sinilah perlunya security awareness di sisi pengguna (user), sehingga mampu melengkapi keamanan dari sisi sistem (hardware, software) dan kebijakan (cth: ISO 27000, ISO 31000).


  
 
Gambar diatas merupakan poster pemberitahuan, bagaimana cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi akibat yang ditimbulkan dari cyber attacks, seperti edukasi pengguna, monitoring, konfigurasi server, dll.  Berdasarkan laporan dari sekitar 81% perusahaan besar, kerugian yang ditimbulkan dari pelanggaran keamanan mencapai 600k – 1.15m poundsterling.



Gambar diatas merupakan jenis-jenis kejahatan cyber yang biasanya dilakukan, mungkin saja ketika kita sedang menggunakan PC yang dimiliki, kita sedang diawasi dari jauh dan data kita telah dicuri oleh para pelaku kejahatan cyber.



Gambar diatas merupakan tipe-tipe kerentanan pada keamanan sistem. Tipe yang paling banyak dimanfaatkan untuk kejahatan adalah kelemahan pada missing authorization check serta xss berdasarkan grafik diatas.



Gambar diatas merupakan macam-macam operating system linux yang memiliki tingkat keamanan yang handal. Operating system pada gambar diatas adalah yang biasa digunakan praktisi IT dalam implementasinya.


Gambar diatas adalah arsitektur yang diterapkan untuk meningkatkan kemanan pada sistem operasi Linux, meliputi kebijakan utilitas untuk pengguna serta kebijakan keamanan.


Gambar diatas merupakan tampilan audit keamanan yang dimiliki oleh sistem operasi FreeBSD untuk kasus Honeypot.


Gambar diatas merupakan contoh source code untuk Hardening server. Hardening merupakan kegiatan yang diterapkan pada sistem operasi linux yang tujuannya untuk meningkatkan keamanan pada berbagai service pada server (cth : mail server, dns server, web server). Kegiatan yang bisa dilakukan diantaranyan adalah sebagai berikut.

  • Selalu mengupdate patch ke yang paling baru
  • Aktif berkomunikasi di forum untuk membahas source code, karena sifat sistem operasi linux yang open source.
 
Selain hal-hal diatas, masih banyak yang bisa dilakukan untuk memanage keamanan pada sistem operasi jaringan, diantaranya adalah sebagai berikut.
  1. Intrusion Detection System
  2. Akses kontrol
  3. Keamanan di level fsik
  4. Risk Management dan IT Risk Management (ISO 31000)
  5. Prosedur keamanan
  6. Manajemen pengguna
  7. Manajemen hak akses
  8. Manajemen memori
  9. Sumber kode, keterbukaan sumber kode, dan keamanan pengembangan di sisi software (untuk NOS)
  10. Simulasi penyerangan berbasis honeynet dan honeypot

Kesimpulan
Dewasa ini keamanan pada sistem operasi jaringan sangat lah penting, dikarenakan kerugian yang dapat diciptakan sangatlah besar. Hal-hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan keamanan dapat dimulai dari meningkatkan kesadaran dengan mengedukasi para pengguna serta meningkatkan keamanan pada sistem operasi sendiri atau hardening, juga aktif di forum sangatlah dibutuhkan.

Read more…

12 April 2018

Network Operating System pada Server

Nama                                            : Ilham Yoga Prabhaswara
NIM                                              : 1605551113
Mata Kuliah                                 : Network Operating System
Dosen                                           : I Putu Agus Eka Pratama S.T., M.T.
Jurusan / Fakultas / Universitas : Teknologi Informasi / Teknik / Udayana

  1. Server
Server merupakan penyedia layanan di dalam jaringan komputer, intranet ataupun internet. Contohnya seperti mail, cloud, web, dns, database, dll. Sebagaimana halnya komputer, server juga memerlukan OS/NOS yang diperuntukkan untuk server. Yang diutamakan dari OS/NOS untuk server adalah keamanan, kemudahan, irit konsumsi sumberdaya komputasi dan handal di dalam jaringan. Semua hal tersebut didasari untuk mendapatkan kepuasan dari client.

Read more…

11 April 2018

Kernel dan Kernel Linux

Nama                                            : Ilham Yoga Prabhaswara
NIM                                              : 1605551113
Mata Kuliah                                 : Network Operating System
Dosen                                           : I Putu Agus Eka Pratama S.T., M.T.
Jurusan / Fakultas / Universitas : Teknologi Informasi / Teknik / Udayana

  1. Kernel

Kernel merupakan inti dari sebuah Sistem Operasi. Inti dari Sistem Operasi itu sendiri memuat utilitas, fungsi-fungsi dasar serta kemampuan utama sebuah OS / NOS secara umum. OS sendiri merupakan penghubung anatara software dengan hardware pada sebuah sistem komputer, sedangkan kernel merupakan inti dari OS tersebut. Oleh karena itu, Kernel pasti terdapat pada setiap OS atau NOS apapun. Kernel ditulis dalam bahasa pemrograman, biasanya ditulis di dalam bahasa C.

Read more…

07 Maret 2018

Proses Scheduling dan Log Analyzing pada Sistem Operasi

Nama                                            : Ilham Yoga Prabhaswara
NIM                                              : 1605551113
Mata Kuliah                                 : Network Operating System
Dosen                                           : I Putu Agus Eka Pratama S.T., M.T.
Jurusan / Fakultas / Universitas : Teknologi Informasi / Teknik / Udayana

Pada postingan sebelumnya, saya sudah membahas tentang scheduling. Kali ini saya akan membahas tentang beberapa jenis algoritma scheduling yang lain. Selain itu pula akan ada praktek untuk melihat isi dari file log yang ada pada linux.

Read more…

28 Februari 2018

Proses Scheduling pada Sistem Operasi

Nama                                            : Ilham Yoga Prabhaswara
NIM                                              : 1605551113
Mata Kuliah                                 : Network Operating System
Dosen                                           : I Putu Agus Eka Pratama S.T., M.T.
Jurusan / Fakultas / Universitas : Teknologi Informasi / Teknik / Udayana

Setelah sebelumnya membahas tentang proses pada sistem operasi, pada postingan kali ini, saya akan membahas mengenai konsep mengenai scheduling. Scheduling merupakan satu atau beberapa buah aturan, mekanisme, dan prosedur di dalam sistem operasi (melibatkan kernel, aplikasi, process) terkait dengan urutan kerja yang dilakukan oleh komputer dan sistem komputer. Scheduling ada di dalam semua sistem operasi apapun.

Read more…